ilmupengetahuanalam.com – Benteng ini menjadi saksi bisu perebutan kekuasaan antara Portugis, Belanda, dan Kesultanan Ternate selama berabad-abad. Keberadaannya mencerminkan pentingnya Pulau Ternate dalam jalur perdagangan dan politik masa lalu.

Ternate dan Jejak Sejarah yang Masih Terasa

Hembusan angin di Pulau Ternate seolah membawa kisah masa silam. Dari zaman prasejarah hingga era kolonial dan modern, pulau ini menyimpan banyak cerita tentang pengorbanan, perjuangan, dan kemajuan. Salah satu peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh adalah Benteng Tolukko, yang terletak di atas bukit batu di Kelurahan Sangadji, Ternate Utara.

Bangunan Bersejarah yang Tetap Terjaga

Selain Benteng Tolukko, Ternate juga memiliki sejumlah bangunan bersejarah lain yang terawat dengan baik. Meski sebagian telah mengalami perubahan fungsi, bangunan-bangunan tersebut tetap menjadi penanda perjalanan panjang masyarakat Ternate dari masa ke masa.

Awal Pembangunan oleh Portugis

Benteng Tolukko pertama kali dibangun oleh Portugis pada abad ke-16. Saat itu, Ternate menjadi pusat perdagangan rempah yang sangat bernilai. Benteng ini didirikan sebagai sarana pertahanan sekaligus tempat penyimpanan rempah-rempah.

Panglima Portugis bernama Fransisco Serraow membangun benteng ini dengan nama awal Santo Lucas. Letaknya sangat strategis, berada di puncak bukit yang menghadap laut dan dekat dengan wilayah perairan. Dari posisi ini, aktivitas di sekitar Istana Kesultanan Ternate dapat diawasi dengan jelas.

Peralihan Kekuasaan ke Kesultanan dan Belanda

Kekuasaan Portugis berakhir pada tahun 1577 setelah perlawanan rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabullah. Benteng Santo Lucas kemudian dikuasai oleh Kesultanan Ternate.

Beberapa waktu kemudian, Belanda datang dan merebut benteng tersebut. Namanya diubah menjadi Benteng Hollandia dan dipugar pada tahun 1610 sebagai bagian dari sistem pertahanan Belanda di Ternate.

Berdasarkan perjanjian antara VOC dan Kesultanan Ternate, pada tahun 1661 Sultan Mandar Syah diizinkan menempati benteng ini. Sekitar 160 personel ditempatkan untuk menjaga kawasan tersebut.

Asal-Usul Nama Tolukko

Nama Tolukko menyimpan kisah yang menarik. Salah satu versi menyebutkan bahwa nama ini mulai digunakan pada masa pemerintahan Sultan Kaicil Tolukko sekitar tahun 1692.

Versi lain menyebutkan bahwa nama Tolukko berasal dari pelafalan masyarakat Ternate terhadap nama Santo Lucas. Karena sulit diucapkan, nama tersebut berubah menjadi “Tolukko.” Meski belum ada kepastian, kedua kisah ini sama-sama memperkaya sejarah benteng.

Lorong Rahasia dan Upaya Pelarian

Benteng Tolukko juga dikenal memiliki lorong rahasia yang konon terhubung langsung ke wilayah pantai. Pada masa Portugis dan Belanda, lorong ini digunakan sebagai jalur pelarian saat terjadi pemberontakan atau keadaan darurat.

Sejak proses pemugaran pada tahun 1996, lorong tersebut ditutup demi alasan keamanan. Meski demikian, nilai historis benteng ini tetap terjaga.

Benteng Tolukko, Warisan Sejarah Ternate

Hingga kini, Benteng Tolukko masih berdiri megah dan indah. Benteng ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol perjalanan panjang Pulau Ternate yang sarat dengan kisah perjuangan, kekuasaan, dan identitas sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *