ilmupengetahuanalam.com – Semakin jauh menelusuri setiap sudut Pulau Rote hingga ke wilayah paling selatan, pesona alamnya justru kian memikat untuk dijelajahi. Di antara deretan pantai populer seperti Pantai Bo’a dan Pantai Nembrala yang dikenal dengan ombak kelas dunia, terselip sebuah pantai dengan karakter berbeda: Pantai Oeseli. Berbeda dari tetangganya yang berombak besar, pantai ini menawarkan perairan yang jauh lebih tenang.
Pantai Oeseli berbentuk menyerupai teluk kecil yang diapit bebatuan karang cadas bertumpuk alami. Hamparan pasir putih berpadu dengan air laut yang sangat jernih dan bersih, menandakan kawasan ini masih minim sentuhan aktivitas wisata massal. Letaknya yang berada di tepian pulau menjadikannya relatif tersembunyi dan belum banyak diketahui wisatawan.
Pantai Sepi dengan Suasana Alami yang Masih Terjaga
Terletak di Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, pantai ini jarang dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Biasanya, Pantai Oeseli hanya ramai oleh anak-anak muda desa setempat saat hari libur. Kondisi ombak yang kecil dan gelombang yang landai membuat pantai ini sangat cocok untuk berenang, bermain air, atau sekadar bersantai menikmati suasana alam yang tenang dan damai.

Akses Menuju Pulau Rote dari Kupang
Perjalanan menuju Pulau Rote dapat ditempuh melalui dua jalur utama, yakni udara dan laut.
1. Jalur Udara
Pengunjung dapat terbang dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Lekunik Rote. Maskapai yang melayani rute ini antara lain TransNusa dan Susi Air. Harga tiket berkisar antara Rp200.000–Rp300.000 untuk sekali penerbangan. Jadwal penerbangan biasanya tersedia tiga kali seminggu, yakni Senin, Rabu, dan Jumat atau Sabtu, menyesuaikan kondisi cuaca.
2. Jalur Laut
Melalui jalur laut, tersedia dua pilihan moda transportasi, yaitu kapal ferry dan kapal cepat (speed boat).
-
Kapal ferry berangkat dari Pelabuhan Bolok, Kupang, sekitar pukul 08.00 WITA dan tiba di Pelabuhan Pantai Baru, Rote. Waktu tempuh sekitar 3–4 jam tergantung kondisi laut. Harga tiket penumpang sekitar Rp54.000 per orang. Untuk membawa sepeda motor, dikenakan biaya sekitar Rp116.000 termasuk satu penumpang.
-
Kapal cepat berangkat dari Pelabuhan Tenau, Kupang, juga sekitar pukul 08.00 WITA. Waktu perjalanan lebih singkat, sekitar 1,5–2 jam. Harga tiket berkisar Rp160.000 untuk kelas ekonomi dan Rp190.000 untuk kelas bisnis.
Perjalanan dari Ba’a Menuju Pantai Oeseli
Setibanya di Pelabuhan Pantai Baru, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ba’a, yang merupakan pusat aktivitas Pulau Rote. Jarak tempuh sekitar 45 menit dengan kondisi jalan beraspal mulus. Dari Kota Ba’a menuju Pantai Oeseli, perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam. Pengunjung dapat menggunakan jasa travel atau menyewa ojek dengan tarif sekitar Rp100.000–Rp150.000.
Kondisi jalan cukup beragam. Dari Ba’a hingga Desa Oenitas di Kecamatan Rote Barat, jalan relatif mulus. Namun, dari Oenitas menuju Nemberala hingga Oeseli, jalanan didominasi kerikil dan beberapa lubang, sehingga disarankan menggunakan kendaraan yang prima.

Lanskap Unik Sepanjang Perjalanan
Pantai Oeseli hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Pantai Bo’a. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan perbukitan karang dengan vegetasi pohon kerdil yang menyerupai bonsai alami. Mendekati lokasi, tampak bebatuan cadas besar yang menyerupai gerbang alami menuju pantai.
Sebelum tiba, pengunjung akan melewati perkampungan nelayan dengan pemandangan rumput laut yang dijemur di sepanjang jalan. Mayoritas warga Desa Oeseli berprofesi sebagai petani rumput laut dan sebagian lainnya memproduksi air gula secara tradisional.
Fasilitas Wisata yang Masih Sangat Terbatas
Sebagai pantai yang masih alami, Pantai Oeseli belum dilengkapi fasilitas penunjang wisata. Tidak terdapat penginapan di sekitar pantai, hanya beberapa warung kecil di desa yang menjual minuman dan makanan ringan. Bagi wisatawan yang ingin bermalam, kawasan Nembrala menjadi pilihan terbaik karena menyediakan berbagai penginapan dengan harga yang bervariasi.
Waktu Terbaik Mengunjungi Pulau Rote
Musim terbaik untuk berkunjung ke Pulau Rote adalah saat musim kemarau, antara bulan Juni hingga Oktober. Pada periode ini, cuaca cenderung cerah dan kondisi laut bersahabat. Selain menikmati Pantai Oeseli, wisatawan juga dapat menyaksikan ombak terbaik di Pantai Nembrala dan Bo’a yang ideal untuk olahraga selancar.
