ilmupengetahuanalam.com – Pantai Tiang Bendera dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Pulau Rote. Panorama senja yang perlahan turun di balik laut menghadirkan suasana tenang sekaligus memukau, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan maupun warga lokal.
Pesona Alam Pulau Rote yang Tak Pernah Habis
Keindahan Pulau Rote seolah tak ada habisnya untuk dieksplorasi. Deretan pantai terkenal seperti Nembrala, Bo’a, hingga Oeseli, berpadu dengan bentang perbukitan yang memiliki karakter alam unik. Bagi wisatawan yang datang dari Kupang menggunakan kapal cepat melalui Pelabuhan Tenau, setibanya di Pelabuhan Ba’a—ibu kota Kabupaten Rote Ndao—akan langsung disambut dua bukit karang bersejarah, yakni Batu Boloanak dan Batu Tiang Bendera, yang menjorok ke laut membentuk sebuah tanjung alami.

Asal-Usul Nama dan Jejak Sejarah Tiang Bendera
Berjarak sekitar 5 kilometer dari Kota Ba’a, Pantai Tiang Bendera memiliki nama yang terdengar unik sekaligus sarat sejarah. Batu Tiang Bendera sendiri merupakan gugusan pulau karang yang terletak sekitar 500 meter dari bibir Pantai Baadale.
Nama Tiang Bendera berasal dari kisah perjuangan rakyat Rote dalam melawan penjajahan Belanda. Di atas karang yang berada di tengah laut tersebut berdiri tugu beton setinggi kurang lebih 2,5 meter yang konon dibangun oleh Belanda sebagai penanda wilayah jajahan. Dari sinilah sebutan “Tiang Bendera” kemudian melekat hingga kini.
Keindahan Karang dan Gua Saat Air Surut
Pengunjung dapat menaiki bukit karang di kawasan ini, namun harus ekstra berhati-hati karena permukaan karangnya sangat tajam. Disarankan menggunakan alas kaki yang kuat dan nyaman. Saat air laut surut, wisatawan juga dapat menjelajahi gua-gua alami yang terbentuk di sela gugusan karang, menambah daya tarik tersendiri bagi pecinta wisata alam.
Menikmati Senja di Tepi Pantai
Menjelang sore hari, Pantai Tiang Bendera mulai ramai dikunjungi para pemuda dan pemudi setempat yang ingin menikmati keindahan sunset. Di sepanjang pesisir pantai, terlihat beberapa lopo-lopo atau gazebo sederhana beratap merah yang digunakan untuk bersantai. Meski air laut biasanya surut di sore hari, pesona pantai ini tetap memesona dengan hiasan batu karang cadas beragam bentuk dan ukuran.

Akses Menuju Pantai Tiang Bendera
Perjalanan menuju Pulau Rote dari Kota Kupang dapat ditempuh melalui jalur udara maupun laut.
Via udara, wisatawan dapat terbang dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Lekunik Rote menggunakan maskapai seperti Trans Nusa dan Susi Air. Harga tiket berkisar antara Rp200.000–Rp300.000 sekali jalan, dengan jadwal penerbangan sekitar tiga kali seminggu (jadwal dapat berubah tergantung cuaca).
Via laut, tersedia dua pilihan kapal, yakni kapal ferry dan kapal cepat. Kapal ferry berangkat dari Pelabuhan Bolok Kupang menuju Pelabuhan Pantai Baru Rote pukul 08.00 WITA, dengan waktu tempuh sekitar 3–4 jam. Sementara kapal cepat berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang dengan durasi perjalanan sekitar 1,5–2 jam, tergantung kondisi laut.
Perjalanan dari Ba’a ke Lokasi Pantai
Setibanya di Pelabuhan Pantai Baru, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ba’a dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melalui jalan beraspal cukup baik. Dari Ba’a, Pantai Tiang Bendera dapat dijangkau dengan ojek atau kendaraan sewaan sejauh kurang lebih 5 kilometer.
Kondisi jalan menuju lokasi cukup bervariasi. Sekitar 2 kilometer pertama masih beraspal mulus, namun setelah memasuki area perkampungan dan perbukitan, jalan mulai berbatu dan berlubang. Karena minim rambu penunjuk arah, wisatawan disarankan sering bertanya kepada warga setempat. Setelah sekitar 30 menit perjalanan, Pantai Tiang Bendera pun akan menyambut Anda dengan panorama alamnya yang memikat.
