ilmupengetahuanalam.com – Mengunjungi Petirtaan Ken Dedes membuat siapa pun seolah kembali ke masa ketika Kerajaan Singosari berjaya di bawah kepemimpinan Ken Arok. Suasana sejuk, air yang jernih, serta nuansa alam yang tenang menghadirkan gambaran kehidupan ratusan tahun lalu.

Sejarah Singkat Petirtaan Watugede

Petirtaan yang juga dikenal dengan nama Petirtaan Watugede ini diperkirakan dibangun pada tahun 1200-an, masa kejayaan Kerajaan Singosari. Pada masa itu, Petirtaan Ken Dedes berfungsi sebagai Kaputren, yaitu tempat para putri raja bermain sekaligus melakukan ritual penyucian diri.

Lokasi dan Suasana Petirtaan

Terletak di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, petirtaan ini berada di kawasan yang sejuk dan nyaman. Rindangnya pepohonan di sekitar area menambah keteduhan dan membuat suasana semakin damai bagi para pengunjung.

Legenda Ken Dedes yang Melekat Kuat

Nama petirtaan ini diambil dari sosok Ken Dedes, putri cantik anak penguasa Tumapel yang dikenal dalam sejarah dan legenda Jawa. Pada masa lampau, hanya para putri kerajaan dan para dayang yang diperbolehkan memasuki area pemandian. Para pria dilarang memasuki lingkungan petirtaan, apalagi berbaur dengan putri kerajaan.

Struktur Penting di Dalam Petirtaan

Di sudut petirtaan, terdapat sebuah sumur tua yang menjadi bagian penting dari situs ini. Selain itu, terdapat Palinggih, tempat bersembahyang bagi umat Hindu. Palinggih berfungsi sebagai lokasi meletakkan sesaji untuk para dewa yang diyakini bersemayam di area tersebut.

Pohon Elo dan Arca Penyalur Air

Di samping Palinggih, tumbuh sebuah pohon besar yang oleh masyarakat setempat disebut pohon elo. Pohon ini dipercaya telah berdiri sejak awal pembangunan petirtaan. Tak jauh dari sana, terdapat arca manusia berkepala kera yang mengalirkan air ke kolam dan berfungsi sebagai saluran pengisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *