Banua Wuhu, Gunung Api Bawah Laut di Kepulauan Sangihe
ilmupengetahuanalam.com – Banua Wuhu merupakan gunung api bawah laut yang terletak di sebelah barat Pulau Mahengetang, Kepulauan Sangihe, Indonesia. Gunung api ini memiliki tinggi sekitar 400 meter dari dasar laut. Puncaknya berada sangat dekat dengan permukaan air, yakni sekitar 5 meter di bawah laut.
Kondisi tersebut menjadikan Banua Wuhu sebagai salah satu gunung api bawah laut yang paling menarik di Indonesia. Aktivitasnya kerap memicu pembentukan pulau-pulau kecil yang bersifat sementara.
Jenis Gunung Api dan Bentuk Aktivitas
Secara geologis, Banua Wuhu tergolong sebagai submarine volcano dengan karakter lava dome. Letusan-letusannya sering kali bersifat eksplosif dan diikuti oleh pembentukan struktur baru di permukaan laut.
Karakter ini menyebabkan perubahan morfologi yang cepat. Pulau dapat muncul dalam waktu singkat, lalu kembali tenggelam akibat erosi dan aktivitas vulkanik lanjutan.
Sejarah Pembentukan Pulau Sementara
Sejarah mencatat beberapa kali Banua Wuhu membentuk pulau baru. Pada tahun 1835, letusan gunung ini memunculkan sebuah pulau dengan ketinggian sekitar 90 meter. Namun, pulau tersebut terus mengalami erosi dan pada tahun 1848 hanya tersisa beberapa batuan.
Letusan kembali terjadi pada September 1889 dan menghasilkan pulau baru. Pulau ini tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 50 meter pada tahun 1894, sebelum akhirnya kembali mengalami penyusutan.

Rangkaian Letusan Awal Abad ke-20
Aktivitas vulkanik Banua Wuhu berlanjut pada awal abad ke-20. Letusan pada April dan Agustus 1904 membentuk lima kawah baru di area gunung api. Perubahan struktur ini menunjukkan intensitas aktivitas yang cukup tinggi pada periode tersebut.
Pulau baru kembali muncul antara Juli 1918 hingga Desember 1919. Pulau ini bertahan cukup lama sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya pada tahun 1935.
Dampak Letusan terhadap Pulau Mahengetang
Letusan besar kembali terjadi pada April 1919. Pada peristiwa ini, lontaran batu besar dan abu vulkanik mencapai Pulau Mahengetang. Dampaknya cukup serius bagi penduduk setempat.
Banyak rumah terbakar akibat material panas yang jatuh. Kondisi tersebut memaksa sebagian besar penduduk meninggalkan Pulau Mahengetang demi keselamatan.
Letusan Terakhir yang Tercatat
Letusan terakhir Banua Wuhu tercatat berlangsung dari Juli hingga Desember 1919. Setelah periode tersebut, aktivitas gunung api ini berangsur menurun. Meski demikian, potensi aktivitas vulkanik tetap ada mengingat sifatnya sebagai gunung api aktif bawah laut.
Fenomena Alam yang Unik dan Langka
Banua Wuhu menjadi contoh nyata dinamika gunung api bawah laut di Indonesia. Kemampuannya membentuk dan menghilangkan pulau secara berulang menjadikannya fenomena alam yang langka. Gunung api ini memiliki nilai ilmiah tinggi bagi penelitian vulkanologi dan geologi kelautan.
You may also like
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
Categories
- Berita&Event
- Catatan Perjalanan
- Caving
- Destinasi
- Destinasi Budaya
- Destinasi Gunung
- Destinasi Lainnya
- Diving
- Goa
- Inspirasi Perjalanan
- Laut dan Pantai
- News
- Olahraga Alam Bebas
- Olahraga Lainnya
- Panjat Tebing
- Pendakian Gunung
- Perlengkapan dan Gear
- Rafting
- Sungai
- surfer
- Survival
- Tebing
- Uncategorized
- Wisata Alam




Leave a Reply