ilmupengetahuanalam.com – Pemandangan dari puncak Gunung Fatule’u benar-benar sebanding dengan perjuangan yang harus dilalui saat mendakinya. Setiap langkah penuh tantangan akan terbayar lunas ketika tiba di atas, menyaksikan bentang alam yang begitu menakjubkan.
Bukit Batu Keramat di Jantung Fatule’u Tengah
Gunung Fatule’u merupakan bukit batu menjulang dengan ketinggian sekitar 1.111 meter di atas permukaan laut (Mdpl) yang berada di wilayah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatule’u Tengah. Dalam bahasa Dawan atau Atoin Meto, “Fatule’u” berarti batu keramat, sebuah nama yang sangat menggambarkan karakter gunung ini.
Bebatuan besar yang tampak angkuh dengan jalur pendakian curam nyaris vertikal membuat gunung ini memancarkan aura mistis yang kuat. Konon, beberapa peristiwa besar di Indonesia sering kali diawali dengan longsoran batu dari dinding atau puncak Gunung Fatule’u. Peristiwa tersebut di antaranya wafatnya Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto, hingga bencana gempa dan tsunami Aceh. Kisah-kisah inilah yang justru menambah daya tarik gunung ini bagi para pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.
Meski identik dengan nuansa mistis, panorama alam di puncaknya justru sangat indah dan jauh dari kesan menyeramkan.

Jalur Pendakian Curam yang Menguji Adrenalin
Pendakian menuju puncak Gunung Fatule’u memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi fisik pendaki. Jalur pendakiannya didominasi oleh bebatuan cadas dengan kemiringan sekitar 60 hingga 90 derajat, menjadikannya salah satu jalur yang cukup ekstrem dan memacu adrenalin.
Pendaki disarankan mengenakan pakaian serta sepatu yang sesuai dan ekstra berhati-hati dalam memilih pijakan. Bebatuan di gunung ini tergolong licin dan rawan longsor, terlebih saat musim hujan dengan hembusan angin yang cukup kencang. Ke depan, diharapkan tersedia fasilitas tambahan seperti pemasangan tali pengaman pada jalur rawan longsor demi keselamatan pengunjung.
Panorama Puncak dan Salib Ikonik Gunung Fatule’u
Dari kejauhan, pengunjung dapat melihat tiga buah salib yang berdiri kokoh di Gunung Fatule’u. Saat cuaca cerah dan berada di ketinggian lebih dari 1.000 Mdpl, hamparan hutan hijau yang luas akan terlihat mengelilingi gunung ini.
Dari puncaknya, pengunjung juga dapat menikmati panorama Kota Kupang dari ketinggian, sebuah pemandangan yang membuat segala lelah selama pendakian terasa terbayar lunas. Namun, setiap pengunjung diimbau untuk selalu menjaga kelestarian alam dengan tidak meninggalkan apapun selain jejak.

Akses Menuju Lokasi Gunung Fatule’u
Gunung Fatule’u berjarak sekitar 40 kilometer dari Oelamasi, pusat pemerintahan Kabupaten Kupang, atau sekitar 70 kilometer dari Kota Kupang. Waktu tempuh dari Kota Kupang berkisar 1–2 jam dengan kondisi jalan beraspal cukup baik.
Belum tersedia transportasi umum menuju lokasi, sehingga pengunjung disarankan menggunakan ojek atau menyewa kendaraan dari Kota Kupang. Arah perjalanan cukup mudah, yaitu mengikuti jalur menuju Kota SoE, lalu setelah melewati Pasar Lili, belok ke kiri di persimpangan. Jika ragu, pengunjung dapat bertanya kepada warga setempat karena hampir semua masyarakat mengetahui lokasi Gunung Fatule’u. Dari kejauhan, formasi batu tinggi menjulang akan terlihat jelas di sisi kiri jalan, disertai hawa dingin yang mulai terasa.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Beberapa aktivitas utama yang dapat dilakukan di Gunung Fatule’u antara lain:
-
Mendaki gunung
-
Panjat tebing alami
Harga Tiket Masuk
Gratis. Tidak ada pungutan biaya masuk.
Bagi pendaki yang menggunakan jasa guide lokal, dapat memberikan bayaran seikhlasnya.
Fasilitas di Sekitar Lokasi
Di sekitar kawasan Gunung Fatule’u telah tersedia beberapa fasilitas penunjang seperti:
-
Warung makan
-
Area parkir
-
Lopo-lopo (tempat istirahat)
Bagi pengunjung yang belum membawa perbekalan, makanan dan minuman dapat dibeli di warung yang berada di area parkir.
